• 34Âșc, Sunny
  • Monday, 26thSeptember, 2022

Candi Borobudur disebut UNESCO Sebagai monumen dan kompleks stupa termegah serta terbesar di dunia.

Candi Borobudur adalah candi Buddha terbesar di dunia. Dibangun pada abad ke-9, Candi Borobudur sekarang menjadi magnet yang mampu menarik jutaan wisatawan setiap tahun. Temukan fakta menarik, sejarah, dan gambar Candi Borobudur di sini.

Candi Borobudur buka setiap hari pukul 08:00 sampai pukul 15:00, tetapi hari Senin pengunjung tidak diperbolehkan masuk ke halaman candi. Waktu terbaik untuk mengunjungi Candi Borobudur adalah pagi-pagi sekali, saat udara masih segar.

Harga tiket masuk Candi Borobudur adalah Rp50.000 untuk dewasa dan Rp25.000 untuk anak 3-10 tahun. Ada diskon 50% untuk rombongan pelajar/mahasiswa, minimal 20 orang.

Bila ingin lebih hemat, tersedia tiket terusan Candi Borobudur + Candi Prambanan Rp75.000 untuk dewasa dan Rp35.000 untuk anak 3-10 tahun. Tiket terusan ini berlaku 2 hari, jadi masih bisa digunakan keesokan harinya. Tiket terusan Candi Borobudur + RAtu Boko juga ada, harga dan ketentuannya sama.

Berdasarkan prasasti Karangtengah, diperkirakan Candi Borobudur dibangun oleh Raja Samaratungga dari Wangsa Syailendra dan baru diselesaikan putrinya, Ratu Pramudawardhani, pada abad ke-9.

Sedikit yang diketahui tentang hal lainnya, termasuk siapa arsitek bangunan yang tersusun dari 2 juta balok (55.000 m3) batuan andesit yang saling mengunci bagaikan sebuah puzzle raksasa ini.

Sebuah legenda Jawa bercerita tentang Gunadarma yang berbaring memandang Candi Borobudur sampai tertidur dan tubuhnya berubah menjadi perbukitan Menoreh. Gunadarma kemudian dianggap sebagai arsitek Candi Borobudur meskipun tidak ada prasasti bersejarah tentang hal itu.

Candi Borobudur memuat 2672 panel relief yang jika disusun berjajar maka panjangnya mencapai 6 km.

Relief Candi Borobudur terbagi menjadi 4 kisah utama, yaitu: Karmawibangga, Lalitawistara, Jataka/Awadana, serta Gandawyuha. Selain mengisahkan tentang perjalanan hidup Sang Buddha dan ajarannya, relief Candi Borobudur juga merekam kemajuan masyarakat Jawa pada masa itu.

Untuk mengikuti cerita yang terpahat di Candi Borobudur, pengunjung harus berjalan searah jarum jam dari pintu timur. Setelah tiba di titik awal barulah naik ke tingkat berikutnya. Demikian berulang hingga mencapai puncak Candi Borobudur. Ritual ini disebut pradaksina.

Candi Borobudur dikunjungi jutaan orang setiap tahunnya, maka pantaslah kalau Candi Borobudur disebut UNESCO sebagai monumen dan kompleks stupa termegah serta terbesar di dunia.